Membuang Rasa
Ketika asa ini ada
Serupa mimpi yang tak pernah nyata
Akupun ingin membuangnya di kandang lintah
Hingga kau caci dan kau ludahi
Bukan aku ingin memeluk bulan
Tapi aku tak ingin kecewa di tahta kematian
Adalah aku
Yang ku tunggu bukanlah isak pagi
Karena dimataku bukanlah air mata dewa
Aku tak bisa mengukur samudra di hatimu
Meskipun di hatimu mutiara berselimut anidara
Dan kau selalu menganggap biasa
Karena disetiap kata ku bukanlah sabda
mulkhan
- Berhiaslah untuk isteri anda sebagaimana anda senang apabila ia berhias untuk anda.
- Merayu isteri dan mencandainya.
- Mempergaulinya dengan lemah lembut dan kasih sayang.
- Penuhi kesenangannya untuk berbicara dan bercakap-cakap (bercengkerama).
- Panggillah isteri dgn nama kesukaannya.
- Jauhilah sikap emosional dan tempramental.
- Berilah isteri anda rasa aman dan tenang.
- Membuatnya gembira dengan pemberian yang mengejutkan.
- Masuklah ke dalam rumah dengan wajah berseri-seri dan tersenyum.
- Berlemahlembutlah dalam berbicara.
- Bicarakanlah sesuatu yang menyenangkannya.
- Memujinya di hadapan keluarga anda dan keluarganya.
- Menghargai penampilannya.
- Berikanlah hadiah (romantis) semisal bunga atau selainnya sebagai penguat cinta diantara keduanya.
- Hilangkanlah kejenuhan rutinitas sehari-hari dengan bertamasya (rihlah) atau selainnya.
- Terimalah kekurangan-kekurangannya karena tidak ada manusia yang sempurna.
- Jagalah diri dari perkara-perkara sepele yang dapat bertumpuk menjadi masalah besar. Continue reading
Kota Singkawang atau San Keuw Jong
Asal Usul Singkawang
Awalnya Singkawang merupakan sebuah desa bagian dari wilayah kesultanan Sambas, Desa Singkawang sebagai tempat singgah para pedagang dan penambang emas dari Monterado. Para penambang dan pedagang yang kebanyakan berasal dari negeri China, sebelum mereka menuju Monterado terlebih dahulu beristirahat di Singkawang, sedangkan para penambang emas di Monterado yang sudah lama sering beristirahat di Singkawang untuk melepas kepenatannya, dan Singkawang juga sebagai tempat transit pengangkutan hasil tambang emas (serbuk emas). Waktu itu, mereka (orang Tionghoa) menyebut Singkawang dengan kata San Keuw Jong ( Bahasa Hakka ), mereka berasumsi dari sisi geografis bahwa Singkawang yang berbatasan langsung dengan laut Natuna serta terdapat pengunungan dan sungai, dimana airnya mengalir dari pegunungan melalui sungai Sampai ke muara laut. Melihat perkembangan Singkawang yang dinilai oleh mereka yang cukup menjanjikan, sehingga antara penambang tersebut beralih profesi ada yang menjadi petani dan pedagang di Singkawang yang pada akhirnya para penambang tersebut tinggal dan menetap di Singkawang.
Pembentukan Kota Administratif Singkawang
Kota Singkawang semula merupakan bagian dan ibukota dari wilayah

Ini adalah Jl. Diponegoro di Jalan inilah saya setiap Pagi dan Sore saya berangkat dan pulang sekolah Foto ini kayaknya di ambil dari atas gunung di depan rumah saya, sayang banget rumah saya (mksd-y rumah abang sy) g' kena foto padahal di sebelah kiri foto ini cm aga' maju dikit)
Kabupaten Sambas (UU. Nomor : 27 Tahun 1959) dengan status Kecamatan Singkawang, dan pada tahun 1981 Kota ini menjadi Kota Administratif Singkawang (PP Nomor 49 Tahun 1981), Tujuan pembentukan Kota Administratif Singkawang adalah untuk meningkatkan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan secara berhasilguna dan berdayaguna dan merupakan sarana utama bagi pembinaan wilayah serta merupakan unsur pendorong yang kuat bagi usaha peningkatan laju pembangunan. Selain pusat pemerintahan Kota Administratif Singkawang ibukota kabupaten sambas juga berkedudukan di Kota Singkawang.
Pembentukan Pemerintah Kota Singkawang
Kota Singkawang pernah diusulkan menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang yaitu melalui usul pemekaran Kabupaten Sambas menjadi 3 (tiga) daerah Otonom. Namun Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang belum direalisir oleh Pemerintah Pusat, waktu itu hanya Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang yang disetujui, sehingga wilayah Kota Administratif Singkawang menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang (UU Nomor : 10 Tahun 1999), sekaligus menetapkan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas beribukota di Sambas.
Kondisi tersebut tidaklah membuat surut masyarakat Singkawang untuk memperjuangkan Singkawang menjadi Derah otonom, aspirasi masyarakat terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas dan semua elemen masyarakat Seperti : KPS, GPPKS, Kekertis, Gemmas, Tim Sukses, LKMD, Para RT serta organisasi lainnya. Melewati jalan panjang melalui penelitian dan pengkajian terus dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat maupun Tim Pemekaran Kabupaten sambas yang dibentuk dengan Surat Keputusan Bersama antara Bupati Sambas dan Bupati Bengkayang No. 257 Tahun 1999 dan No. 1a Tahun 1999 tanggal 28 September 1999, serta pengakjian dari Tim CRAIS, Badan Petimbangan Otonomi Daerah. Akhirnya Singkawang terwujud menjadi Daerah Otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Singkawang, diresmikan pada……… Continue reading









Recent Comments