Get Adobe Flash player

Follow Me

My Ripcurl

My Volcom

My DC

My Quiksilver

Calender

October 2010
M T W T F S S
    Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Monthly Archives: October 2010

Nicholas Saputra
Laki-Laki
Islam
Jakarta, 24 Maret 1984

Biografi :

Nama cowok kelahiran Jakarta,  ini mulai melambung saat ia bermain dalam film ‘Ada Apa dengan Cinta?’ tahun 2002 silam ini. Nicholas berhasil menghidupkan karakter Rangga yang cuek dalam film bergenre remaja itu. Maka tak heran jika ia lantas digilai banyak remaja wanita.

Untuk mendapatkan peran Rangga tersebut, Nico mengaku jika ia harus melalui beberapa audisi. Alumnus SMU Negeri 8 Jakarta ini sempat mengalami kesulitan saat syuting film ‘AAdC?’. Maklumlah, film tersebut adalah debutnya di dunia akting. Demi menjiwai karakter Rangga, pemeran pria terbaik FFI 2005 ini, melakukan pengamatan terhadap teman sekolahnya yang mempunyai sifat dan karakter yang mirip dengan Rangga.

Sarjana Teknik Arsitektur Universitas Indonesia ini kemudian kembali bermain dalam film layar lebar. Kali ini, ia dipasangkan dengan aktris senior Ria Irawan. Demi perannya sebagai Bhisma dalam film berjudul ‘Biola Tak Berdawai’ ini, Nico sempat belajar biola selama dua bulan.

Pengakuan lain atas kemampuan Nicholas, ia dapatkan dalam bentuk menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan mengenai film dan menjadi juri dalam berbagai festival film di dalam mau pun di luar negeri. Salah satunya Continue reading

Chairil Anwar yang lahir di Medan, 26 Juli 1922 atau dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 dan puisi modern Indonesia.

Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah memengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus.Tidak ada banyak diketahui mengenai orang-tuanya. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.

Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di “Majalah Nisan” pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.

Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin). Continue reading